Dalam sebuah hadits shahih dari sahabat Sabrah bin Al-Fakih radhiyallahu anhu yang dibawakan dalam kajian [46:00], Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menggambarkan kenyataan spiritual yang amat mendalam: setan senantiasa duduk menghadang anak Adam di setiap persimpangan jalan kebaikan. Tiga jalan utama yang dijaga ketat oleh musuh abadi manusia ini adalah jalan menuju Islam, jalan menuju hijrah, dan jalan menuju jihad (HR. An-Nasai, Ibnu Hibban, dan Al-Baihaqi). Ustadz mengupas hadangan kedua, yakni pintu hijrah, dengan penjelasan yang membedakan dua maknanya agar kaum muslimin tidak salah melangkah [52:40].
Makna pertama adalah hijrah hissi, yaitu hijrah fisik dengan berpindah dari wilayah yang menyulitkan pelaksanaan ibadah menuju wilayah lain yang aman untuk menegakkan syariat Allah. Teladan agung hijrah fisik ditunjukkan oleh para sahabat nabi pada fase awal Islam di Makkah. Kala itu, kaum muslimin ditindas dengan sangat kejam; berjalan di jalanan pun nyawa dan harta mereka terancam tanpa perlindungan hukum [53:10], hingga turun perintah hijrah ke Madinah. Ustadz menegaskan dengan dalil Al-Quran bahwa orang yang mampu pindah ke negeri muslim namun memilih bertahan di tempat yang membuatnya tidak bisa shalat dan puasa tidak dibenarkan oleh syariat [53:40]. Para malaikat akan menegur mereka karena bumi Allah teramat luas untuk ditinggali.
-
Lihat di ShopeeMushaf Al-Qur’an Hafalan Tikrar Syaamil (A5 Terjemah Tajwid)Rp119.000
-
Lihat di ShopeeQURAN MAPPING — Menyelami Kandungan & Karakteristik SurahRp130.100
-
Lihat di ShopeeBuku Hisnul Muslim: Doa & Dzikir Shahih Al-Qur’an dan SunnahRp15.990
Tautan afiliasi: kami dapat memperoleh komisi kecil tanpa biaya tambahan bagi Anda.
Ringkasan dalam 7 Slide
Makna kedua yang menjadi kewajiban setiap muslim adalah hijrah maknawi: meninggalkan segala perkara yang dilarang oleh Allah menuju ketaatan yang sempurna. Hal ini bersandar pada sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam bahwa seorang muhajir sejati adalah orang yang meninggalkan apa yang Allah haramkan [54:42]. Contoh nyata yang sering kita temukan adalah seorang muslimah yang dahulunya belum berhijab, lalu setelah hadir di majelis ilmu dan memahami dalil membulatkan tekad untuk menutup aurat secara syar’i. Itu wujud hijrah yang benar walau bukan perpindahan negara. Ustadz menenangkan jamaah Indonesia bahwa kita tidak perlu hijrah fisik, sebab di negeri ini masjid berdiri di mana-mana, adzan berkumandang bebas, dan puasa Ramadan didukung penuh [56:14]. Medan perjuangan utama kita hari ini adalah membuktikan hijrah maknawi dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan paling mendalam dan tegas dalam kajian ini adalah larangan berhijrah secara setengah-setengah [55:43]. Meniti jalan hijrah tidak boleh dicicil sepotong-sepotong. Jadilah orang beriman seutuhnya dan tanggalkan kemaksiatan seratus persen. Apabila seseorang mengaku hijrah namun lisannya masih gemar bergosip, mengadu domba sesama muslim, atau bertransaksi riba, niscaya nikmatnya hijrah tidak akan terasa. Ustadz mengaitkannya dengan fenomena futur, ketika seorang yang telah mencapai kemanisan iman tiba-tiba drop ke level rendah [1:08:03]. Pemicunya hampir selalu bermula dari pintu dosa lama yang sengaja dibiarkan terbuka. Celah kecil itulah yang digenggam setan saat manusia lemah untuk merusak hati dan mengalahkan amal saleh.
Sebagai penawar kekhawatiran hamba saat meninggalkan masa lalu, Allah menjanjikan balasan yang teramat mulia dalam Surah An-Nisa ayat 100 [57:16]: siapa yang berhijrah di jalan Allah niscaya mendapati di muka bumi ini tempat yang luas dan rezeki yang banyak. Para ulama tafsir memaknainya sebagai kelapangan rezeki lahiriah sekaligus kelapangan jiwa yang tenteram tanpa lagi dibayangi ketakutan akan masa lalu. Ustadz mengisahkan seorang wanita yang berkirim surat ke majelis syekh di Masjid Nabawi [57:46], mengaku masa lalunya penuh dosa namun kini bertobat, lalu bertanya apakah masih bisa mendapat suami yang saleh. Jawaban syekh tersebut mengalirkan ketenangan: lelaki saleh tidak akan mengungkit masa lalu orang yang telah bertobat, dan peluang masih sangat terbuka. Begitulah hijrah total memutihkan dosa lama dan membuka lembaran baru.
Setan tentu terus berusaha menghalangi dengan menyentuh hal paling sensitif: kenyamanan rumah, komunitas pergaulan lama, dan kenikmatan maksiat masa lalu [55:43]. Caranya sama seperti di pintu Islam: membisikkan keraguan. Namun sebagaimana ditegaskan dalam Al-Quran, tipu daya setan sesungguhnya amat lemah dan ia tidak punya kekuatan selain membisikkan [50:07]. Kita memiliki daya untuk mendurhakainya. Kiat menepis rayuan setan adalah dengan menikmati setiap ibadah: shalat dinikmati gerakan dan bacaannya, sementara majelis ilmu dihadiri dengan adab dan fokus penuh tanpa disibukkan ponsel di genggaman [50:37].
Ustadz juga memaparkan urutan spiritual yang sangat logis: seorang hamba yang berani menempuh hijrah secara total akan mendapati seluruh pintu ibadah lainnya terbuka dengan mudah bagi dirinya, mulai dari kenikmatan shalat malam hingga kesiapan jiwa untuk berkorban di pintu jihad [59:49]. Itulah sebabnya di dalam hadits Sabrah bin Al-Fakih, pintu jihad diletakkan persis setelah pintu hijrah. Perjalanan para sahabat nabi membuktikan urutan ini: keberanian mereka meninggalkan Makkah demi hijrah ke Madinah langsung disusul terbukanya pintu-pintu kemuliaan di medan Badr, Uhud, Khandaq, dan Khaibar.
Kesimpulannya bertahap. Pertama, tentukan medan hijrahmu hari ini: di negeri yang aman dan penuh kemudahan beribadah seperti Indonesia, ikhtiar utama kita adalah menempuh hijrah maknawi menuju ketaatan total kepada Allah. Kedua, tutup rapat seluruh celah dosa seratus persen tanpa cicilan, agar hati senantiasa terlindung dari bahaya futur dan tipu daya setan. Ketiga, nikmati setiap amalan ibadah dengan keikhlasan serta ketenangan jiwa, niscaya janji kelapangan rezeki dan kelapangan hidup sebagaimana termaktub dalam Surah An-Nisa ayat 100 akan terwujud nyata dalam kehidupan kita.
Tonton kajian aslinya: "Shahih At-Targhib wa At-Tarhib #1295 Anjuran Berjihad di Jalan Allah | Khalid Basalamah", kanal resmi Khalid Basalamah Official (@khalidbasalamah).
◉ 7 dilihat ·
