Pernahkah terbayang bagaimana rasanya mendapatkan jaminan tempat tinggal langsung dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam di surga? Menjelang penutupan kajian kitab Shahih At-Targhib wa At-Tarhib bab anjuran berjihad, Ustadz Khalid Basalamah membawakan riwayat agung sahabat Fadalah bin Ubaid radhiyallahu anhu nomor 1300 [1:05:27]. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda bahwa beliau adalah penjamin istana di pinggiran dan tengah surga bagi yang beriman, memeluk Islam, dan berhijrah. Bahkan bagi yang menyempurnakannya dengan jihad di jalan Allah, beliau menjamin tiga istana sekaligus: di pinggiran, tengah, dan puncak tertinggi surga (HR. An-Nasai dan Ibnu Hibban, sahih) [1:06:01].
Hadits ini menjadi rangkuman istimewa yang memadukan keimanan, hijrah, dan perjuangan dalam satu ikatan janji kenabian [1:07:32]. Ustadz menguraikan tingkatan pertama bagi orang yang beriman dan berhijrah. Beriman pada risalah kenabian menuntut ketundukan penuh untuk menerima syariat Islam secara utuh, dimulai dari penegakan shalat lima waktu, puasa Ramadan, pengeluaran zakat, hingga ibadah haji, kemudian disempurnakan dengan amalan sunnah [1:07:32]. Hijrahnya pun mencakup dua tingkatan yang telah dibahas sebelumnya, yaitu hijrah fisik meninggalkan lingkungan maksiat serta hijrah batiniah meninggalkan segala larangan Allah.
Ringkasan dalam 7 Slide
Pelajaran berharga dari janji ini adalah terbukanya peluang memiliki banyak istana di akhirat [1:08:33]. Di surga, tiap pintu amal memiliki kemuliaannya: pintu shalat, puasa Ar-Rayyan, sedekah, dan jihad memiliki kediaman tersendiri [1:08:33]. Di dunia, manusia kerap bangga membangun rumah megah yang kelak ditinggalkan. Sebaliknya di akhirat, istana surga bersifat kekal abadi tanpa ada kekhawatiran rusak atau terusir, selaras firman Allah: khalidina fiha abada [1:10:04].
Ustadz Khalid Basalamah mengisahkan dialog indah saat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyebut pintu-pintu surga di hadapan para sahabat [1:10:34]. Sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu anhu bertanya apakah ada seseorang yang dipanggil dari seluruh pintu gerbang surga. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam membenarkan bahwa orang itu ada, dan beliau berharap Abu Bakar termasuk di antaranya [1:10:34]. Kisah ini memotivasi jamaah agar giat beramal di berbagai pintu kebajikan tanpa mencukupkan diri pada satu amalan saja.
Bagi golongan kedua, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memberikan tambahan istana di tempat paling puncak surga karena mereka menyempurnakan keimanan dan hijrah dengan perjuangan membela agama Allah [1:11:35]. Pada titik ini, ustadz memberikan penegasan penting mengenai kontekstualisasi perjuangan bagi umat Islam di Indonesia [1:12:07]. Jihad yang paling afdal memang memadukan pengorbanan jiwa dan harta. Namun bagi kaum muslimin yang berada jauh dari medan konflik dan terikat koridor hukum yang berlaku, jalan jihad terbuka lebar melalui pengorbanan harta yang disalurkan lewat lembaga resmi terpercaya untuk membantu saudara-saudara di Palestina [1:12:07]. Beliau mengingatkan keutamaan ribath menjaga perbatasan dan keberkahan sentuhan debu di jalan Allah yang mengharamkan jasad dari api neraka [1:13:08].
Janji istimewa berikutnya dalam hadits Fadalah bin Ubaid ini mencakup ketenteraman hidup di alam dunia [1:14:41]. Barang siapa yang berhasil memadukan empat pilar utama ini, yaitu beriman, berislam dengan benar, berhijrah total, dan berjihad di jalan Allah sesuai kemampuannya, maka Allah memberikan dua garansi duniawi: tiada satu pun pintu kebaikan yang ia dambakan melainkan Allah mudahkan jalannya, dan tiada satu pun marabahaya yang ia takuti melainkan Allah lindungi dirinya dari keburukan tersebut [1:14:41]. Hati orang yang memegang prinsip ini diliputi ketenangan batin tanpa kecemasan menghadapi kematian, karena ia meyakini wafat di mana pun adalah awal perjumpaan dengan istana yang telah dijanjikan baginya [1:15:13].
Rangkaian pembelajaran hadits nomor 1295 hingga 1300 ini memperlihatkan bangunan akidah yang sangat kokoh [1:15:44]. Keimanan berperan sebagai pondasi mutlak agar seluruh amal ibadah bernilai di sisi Allah, hijrah menjadi langkah tegas untuk memutus belenggu dosa masa lalu, kedermawanan dan pengorbanan harta melatih keikhlasan jiwa, sementara kabar gembira berupa istana surga menjadi penawar lelah dalam meniti jalan ketaatan. Tidak ada pertentangan antara dalil-dalil tersebut ketika dipahami secara utuh di bawah bimbingan para ulama ahlussunnah wal jamaah.
Kesimpulannya bertahap. Pertama, perkokoh fondasi keimanan dan syariat Islam dalam keseharian dengan menjaga shalat fardhu dan amalan wajib lainnya. Kedua, lakukan hijrah total dengan menutup semua pintu maksiat secara tegas dan membuka lembaran ketaatan baru. Ketiga, ambil bagian dalam membela agama Allah melalui infak harta terbaik lewat lembaga resmi yang amanah. Keempat, sambutlah janji tiga istana surga ini dengan rasa harap dan ketenangan jiwa tanpa ragu terhadap ketetapan Allah.
-
Lihat di ShopeeMushaf Al-Qur’an Hafalan Tikrar Syaamil (A5 Terjemah Tajwid)Rp119.000
-
Lihat di ShopeeQURAN MAPPING — Menyelami Kandungan & Karakteristik SurahRp130.100
-
Lihat di ShopeeBuku Hisnul Muslim: Doa & Dzikir Shahih Al-Qur’an dan SunnahRp15.990
Tautan afiliasi: kami dapat memperoleh komisi kecil tanpa biaya tambahan bagi Anda.
◉ 4 dilihat ·
