BULAN SUCI RAMADHAN (PART II)

photo of person kneeling in front of a book

Oleh karena itu setiap muslim memang harus betul-betul fokus dengan seluruh potensinya untuk menyambut dan menjalankan Ramadhan. Ramadhan memiliki banyak kemuliaan, kita akan coba rangkumkan dalam beberapa point:

1) Merupakan bulan turunnya Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah pedoman kaum muslimin, dia bukan karangan seorang Professor, bukan penulis yang handal sehingga bukunya menjadi best seller, bukan. Al-Qur’an adalah kalamullah (perkataan Allah), Allah pilih khusus Ramadhan di turunkan pada saat itu. Itu Allah sebutkan dalam surah Al-Baqarah ayat 185 yang sudah masyhur, ayat ini sering diulangi pada mimbar-mimbar di hari Ramadhan atau diluar Ramadhan atau menjelang Ramadhan lebih tepatnya bisanya dibahas mengenai hal ini.

شَهۡرُ رَمَضَانَ الَّذِىۡٓ اُنۡزِلَ فِيۡهِ الۡقُرۡاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَ بَيِّنٰتٍ مِّنَ الۡهُدٰى وَالۡفُرۡقَانِۚ فَمَنۡ شَهِدَ مِنۡكُمُ الشَّهۡرَ فَلۡيَـصُمۡهُ ؕ وَمَنۡ کَانَ مَرِيۡضًا اَوۡ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنۡ اَيَّامٍ اُخَرَؕ يُرِيۡدُ اللّٰهُ بِکُمُ الۡيُسۡرَ وَلَا يُرِيۡدُ بِکُمُ الۡعُسۡرَ وَلِتُکۡمِلُوا الۡعِدَّةَ وَلِتُکَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰٮكُمۡ وَلَعَلَّکُمۡ تَشۡكُرُوۡنَ

Artinya:

Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang dimana didalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelsan mengenai itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa dia antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.

Juga disebutkan kalau Nabi ﷺ lebih gencar mempelajari Al-Qur’an di Ramadhan melalui Jibril عَلَيْهِ ٱلسَّلَامُ dinukil dari Ibnu Abbas Radhiyallahu’anhuma dalam sebuah riwayat yang shahih, HR. Bukhari no. 6,”Rasulullah ﷺ adalah yang paling dermawan terutama di bulan Ramadhan”. Ramadhan berarti ada nilai plusnya ketika Jibril عَلَيْهِ ٱلسَّلَامُ datang menemuinya pada setiap malam dari malam-malam Ramadhan dimana Jibril mengajarkan Al-Qur’an kepada Nabi ﷺ. Sungguh Nabi ﷺ adalah orang yang paling dermawan mengalahkan hembusan angin jadi lebih cepat maksudnya dalam bersedekah.

Oleh karena itu Ramadhan kita jadikan momentum yang paling tepat untuk lebih banyak mengenal Al-Qur’an. Kurang lebih ada 4 hal yang harus kita perhatikan dalam Al-Qur’an yang pertama adalah membacanya, baik kita mengerti artinya atau tidak menegerti artinya tetap membaca yang terpenting bacaannya benar. Kenali huruf-huruf hijayah jika sebutannya benar maka إِنْ شَاءَ ٱللَّٰهُ kita akan dapatkan apa yang dijanjikan oleh Nabi ﷺ.

Kita renungi hadist-hadist ini yang pertama HR. Muslim No. 804 kata Nabi ﷺ, “Selalulah membaca Al-Qur’an mengerti atau tidak mengerti yang terpenting membacanya benar”, itu hak pertama Al-Qur’an dan ini dianjurkan mulai dari Al-Fatihan, surah no.1 sampai An-Nas, surah no.114 mengkhatamkan lalu ulangi lagi. Kata Nabi ﷺ, “Baca Al-Qur’an itu karena dia akan menjadi penolong pada hari kiamat”.

Kalau kita suka membaca Al-Qur’an (orang mukmin yang mahir dalam membaca dan benar bacaannya), kita diperumpamakan oleh Nabi ﷺ dengan Utrujjah, itu istilah atau nama buah yang baunya wangi dan rasanya manis. Kata Nabi ﷺ, “Orang mukmin yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isinya maka dia seperti buah Utrujjah, rasanya enak dan baunya wangi. Orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an tetapi dia mengamalkan isinya seperti kurma, rasanya manis tetapi tidak ada bau wanginya”. Seperti banyak umat Islam yang dia shalat, puasa, sedekah, dst. tetapi dia tidak membaca Al-Qur’an inilah yang seperti buah kurma.

Kemudian Nabi ﷺ juga bersabda, “Orang yang mahir dalam membaca Al-Qur’an maka dia akan bersama para malaikat dan orang yang membaca Al-Qur’an sementara dia terbata-bata dalam membacanya, kesulitan dalam membacanya maka dia akan mendapatkan 2 pahala”, (maksudnya di doublekan pahalanya), hadist shahih riwayat Muslim nomor 798.

Oleh karena itu dari hadist-hadist ini kita bisa melihat bagaimana keutamaan membaca Al-Qur’an, tentu keutamaannya sangat banyak tetapi ini diantaranya dan Ramadhan bulan yang paling tepat untuk membaca Al-Qur’an. Sampai dikatakan para sahabat Ridwanullah’alaihim kalau tiba Ramadhan hanya dua hal yang keluar dari lisan mereka yaitu Al-Qur’an atau perkataan yang baik, sudah tidak ada lagi omong kosong tapi Al-Qur’an ini luar biasa bahkan diantara mereka ada yang mengkhatam Al-Qur’an setiap malam, ada yang 3 hari, Al-Qur’an terus tidak pernah mereka tinggalkan pada bulan Ramadhan.

Hak yang kedua Al-Qur’an adalah mentadabburi berbeda dengan membaca saja kalau tadabbur ini kita memilih 10 ayat Al-Qur’an tidak harus berurut dari Al-Fatiha, Al-Baqarah sampai An-Nas tetapi kita boleh memilih surah yang paling kita sukai misalnya kenapa Allah menamakan beberapa surah dalam Al-Qur’an dengan nama-nama hewan seperti Al-Ankabut, An-Nahl, dst. Kita boleh tadabbur disini yang artinya kita membacanya dan memahami maknanya.

Allah berfirman tentang masalah tadabbur ini dalam surah Muhammad, surah no.47 ayat 24:

اَفَلَا يَتَدَبَّرُوۡنَ الۡقُرۡاٰنَ اَمۡ عَلٰى قُلُوۡبٍ اَ قۡفَالُهَا

Artinya:

Maka tidakkah mereka menghayati Al-Qur’an ataukah hati mereka sudah terkunci?

Kalau kita mau menggabungkan antara membaca dengan mentadabburinya bisa juga misalnya kita ingin membaca Al-Qur’an dengan niat mengkhatamnya maka kita sekalian tadabbur. Maka kita mulai dari surah Al-Fatiha yang 7 ayat, dipelajari, ditadabburi isi kandungan maknanya, sebab turunnya, pendapat ulama baru kemudian kita pindah lagi tetapi ini membuat kita akan lama mengkhatamnya.

Lalu kita lowongin misalnya ada waktu selesai subuh khusus untuk membaca Al-Qur’an berapa ayatpun terserah kita yang penting nanti kita mengkhatamkannya. Nanti selesai Dzuhur kita khusus tadabbur misal 10 ayat kita renungi benar-benar maknanya, sebab turunnya pendapat ulama, itu lebih baik dan efektif sehingga yang waktu Subuh bisa selesai cepat mengkhatamkannya sedangkan yang selesai dzuhur membutuhkan waktu yang lama karena kita untuk mempelajari, mengorek-ngorek ilmunya dan segala macam inikan membutuhkan waktu untuk tadabbur.

Kemudian yang ketiga menghafalnya sama metodenya dengan tadabbur yaitu 10 ayat setiap harinya jika kita bisa lebih اَلْحَمْدُلِلَّهِ. Tapi kalau kita mau yang lebih mudah dan ringan 10 ayat saja perhari. إِنْ شَاءَ ٱللَّٰهُ kalau kita hafal habis Subuh misalnya 10 ayat tersebut, mungkin setengah jam, di waktu shalat Dhuha kita pakai misalnya 5 ayat setiap rakaat lalu mengulanginya lagi hingga selesai 8 rakaat, saat qabliyah Dzuhur, ba’diah Dzuhur, qabliyah Ashar, qabliyah dan ba’diah Maghrib, qabliyah dan ba’diah Isya belum lagi shalat tahajudnya. Ini kalau dalam sehari kita ulangi terus 10 ayat maka kita akan hafal diluar kepala, hari kedua juga begitu, hari ketiga juga begitu, dst.

Al-Qur’an ada 6236 ayat kalau kita setiap hari hafal 10 ayat dalam 1 bulan kita punya 300 ayat, sepuluh bulan kita punya 3000 ayat, berarti kurang dari 2 tahun kita bisa hafal 30 juz. Tapi nanti kita bisa lupa ayat dalam Al-Qur’an namun yang jelas tidak mungkin kita akan lupa semua yang telah kita hafalkan. Jikalau kita lupa tinggal kita ulangi, pakai dalam shalat, gunakan hafalan Al-Qur’an lagi menuju ke kantor, lagi di atas sepeda pakai headset, lagi di motor, lagi di mobil tinggal dengarkan, segala macam teknologi sudah sangat canggih, bisa kita lakukan murajaah.

Kemudian yang selanjutnya mengamalkan isinya, tentu menghafal Al-Qur’an ini ada hadist yang menjelaskan masalah keutamaannya diantaranya adalah sabda Nabi ﷺ, “Al-Qur’an akan datang pada hari kiamat, berikan penghafalku ini perhiasan lalu Allah memberikannya mahkota kemuliaan maka Al-Qur’an mengatakan tambahkan untuknya ya Allah maka Allah pun menambahkannya mahkota kemuliaan. Al-Qur’an mengatakan lagi ya Allah ridhalah kepadanya (ridha artinya jangan pernah engkau marah kepadanya ya Allah) maka Allah pun ridha kepadanya. Maka dikatakan kepadanya bacalah ayat hafalanmu, setiap 1 ayat dapat 1 derajat di surga dan setiap 1 ayat ditambahkan 1 ayat lagi”, ini dinukil hadistnya oleh Tirmidzi no. 3164.

Hak yang keempat adalah kita mengamalkan isinya dan ini sudah umum, kita memang diwajibkan untuk mengamalkan isi Al-Qur’an karena memang diturunkan untuk diamalkan isinya dan itu semua Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an. Maka kesempatan untuk lebih mendekatkan diri kepada Al-Qur’an di bulan Ramadhan.

2) Bulan pengampunan asal kita memenuhi syaratnya

Dan ini memang juga butuh persiapan maka alangkah baiknya memang kita bahas jauh sebelumnya yaitu sabda Nabi ﷺ hadist yang masyhur selalu disampaikan umumnya oleh para ulama kita, HR. Bukhari no. 38 dan HR. Muslim no. 760 kata Nabi ﷺ, “Barang siapa yang berpuasa Ramadhan karena keimanan, yakin ini perintah Allah dan mengharapkan pahalanya maka akan dibersihkan dosa-dosanya di masa lalu”, ini butuh persiapan agar kita menyadari tentang pentingnya itu. Bagaimana orang beriman tidak berharap sampai di Ramadhan? Dan bagaimana kita tidak mengatakan Ramadhan dahsyat dengan begitu tiba Ramadhan bersih semua dosa-dosa kita tetapi syaratnya kita menyambutnya, berpuasa di dalamnya dengan keimanan, yakin perintah Allah juga mengharapkan pahalanya.

Juga sabda Nabi ﷺ, “Antara shalat 5 waktu, antara Jum’at dengan Jum’at, dan Ramadhan ke Ramadhan setelahnya akan menjadi pembersih diantara keduanya kalau dijauhi dosa-dosa besar”.

3) Bulan yang penuh berkah dan rahmah

Berkah semuanya, berkah itu artinya tercukupkan semuanya, cukup. Berkah itu misalnya kita makan 1 piring berdua tetapi kenyang. Itu keberkahan luar biasa yang dikejar dan kasih sayangnya Allah turun di bulan Ramadhan sebagaimana sabda Nabi ﷺ, “Kalau mau tiba Ramadhan, Nabi ﷺ ingatkan para sahabat. Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh dengan berkah. Allah telah mewajibkan kalian berpuasa di dalamnya pada saat itu dibuka semua pintu-pintu surga (8 pintu), ditutup semua pintu neraka (7 pintu) dan dibelenggu semua setan-setan (dalam hadist yang lain jin-jin yang bejat/jahat). Didalamnya ada malam yang lebih baik daripada seribu bulan, siapa yang terharamkan dari kebaikannya Ramadhan karena banyaknya keutamaannya seperti ini maka dia telah terharamkan dari semua kebaikan (terlalu banyak kemuliaannya).

Dalam hadist yang lain kata Nabi ﷺ, “Kalau tiba Ramadhan dibuka semua pintu-pintu rahmatnya Allah, pintu karunia-Nya, pintu rezeki-Nya dan ditutup pintu-pintu neraka Jahanam dan setan-setan yang merupakan musuh nyata, semuanya dibelenggu”, belenggu itu berarti leher, tangannya semuanya diikat, hadist ini shahih riwayat An-Nasai no. 2102.

4) Dibukanya semua pintu-pintu surga

Tadi sudah disebutkan sebenarnya tetapi kita sebutkan semua pointnya sendiri, ditutup semua pintu neraka artinya dibuka pendaftaran ke surga. Ramadhan iklan resmi dibuka pendaftaran ke surga bagi yang mau. Jangan kita menjadi seperti sebagian orang dia lewat di depan kampus ada plang tertulis besar terbuka pendaftaran lalu dia hanya mengatakan mau kuliah disitu tapi tidak pernah daftar, sehebat apapun dia tidak terdaftar. Kita mau bekerja disitu tetapi tidak pernah mengajukan lamaran maka bagaimana caranya?

Ramadhan terbuka sekali, dibuka pintu-pintu surga dan juga ditutup semua pintu neraka, tidak ada orang masuk neraka pada saat ini, Allah سبحانه و تعالى tutup semuanya pintu-pintu neraka tidak ada yang dibuka. Ini luar biasa bagaimana Allah memberikan kesempatan untuk kita selamat dari neraka. Dalam beberapa hadist disebutkan bahwasannya sesungguhnya Allah memiliki orang-orang yang dibebaskan dari api neraka di bulan Ramadhan dan itu terjadi setiap malam-malam di bulan Ramadhan, nama kita dihapus bukan lagi menjadi penghuni neraka dengan modal memohon/ merengek kepada Allah.

Sumber: Ustadz Khalid Basalamah

0

You might also like

No Comments

Leave a Reply