Berbakti kepada Orang Tua: Pintu Surga Terdekat

Di antara semua amalan, yang paling indah setelah beriman kepada Allah adalah berbakti kepada orang tua [18:03]. Ustadz menegaskannya dengan hadits: orang tua adalah ausathu abwabil jannah, pintu surga yang paling baik dan paling bagus [20:39]. Pintu itu tidak jauh. Ia ada bersama kita, di rumah kita sendiri.

Namun ada paradoks yang diangkat dalam kajian [21:09]. Dorongan berbakti itu ada, dan kita pun punya utang budi kepada mereka. Tetapi ketika kita dewasa, bekerja, berkeluarga, dan punya anak, bakti itu justru berkurang. Padahal boleh jadi kita mati lebih dulu atau orang tua yang wafat lebih dulu, dan bakti setelah kematian tidak sama: orang tua sudah tidak merepotkan, tidak banyak menuntut, tidak bertanya, bahkan tidak bisa lagi mendoakan [21:39]. Kesempatan berbakti yang sesungguhnya adalah selagi keduanya hidup.

Kisah paling menggugah adalah sahabat yang datang dari luar Madinah untuk berbaiat hijrah dan berjuang bersama Nabi [23:11]. Niatnya besar: tinggal di Madinah berarti shalat di Masjid Nabawi yang berpahala seribu, mendengar kajian Nabi setiap hari, dan berjihad bersamanya [23:42]. Tetapi ada yang mengganjal: ia meninggalkan kedua orang tuanya dalam keadaan menangis. Jawaban Nabi tegas: pulanglah kepada keduanya, buatlah keduanya tertawa sebagaimana engkau telah membuat keduanya menangis (HR. Nasai) [24:16]. Sahabat itu kehilangan banyak keutamaan sekaligus, namun ternyata semua keutamaan itu kalah oleh keutamaan berbakti kepada orang tua [24:47]. Ustadz menariknya ke masa kini: sebagian orang merantau meninggalkan orang tua hanya demi uang, dan itu pun baru boleh bila orang tua mengizinkan, apalagi bila izinnya terpaksa karena didesak anak [25:17]. Kadang orang tua yang berat ditinggal hanya bisa berkata bismillah karena anaknya memaksa, padahal sahabat tadi disuruh pulang padahal tujuannya mencari surga, sedangkan surga itu ada di rumah, di tempat tinggal orang tuanya [25:48]. Perbandingannya menyakitkan: kita yang pergi demi harta menuntut kelonggaran, sementara sahabat yang pergi demi jihad dan ilmu disuruh kembali.

Bakti itu ada adabnya, dan yang pertama dijaga adalah lisan, sebagaimana perintah Allah dalam Surat Al-Isra ayat 23 [37:32]. Lisan tidak bertulang, dan tantangannya justru muncul saat orang tua menua. Karakter manusia bisa berubah karena umur, harta, penyakit, dan lingkungan: orang yang sabar bisa jadi tidak sabar setelah stroke, orang tua menjadi lebih perasa, dan anak yang dulu takut kepada orang tua kini berbalik pasang badan karena merasa dibutuhkan [38:04]. Maka perintahnya jelas: jangan sekali-kali mengatakan ah, jangan menghardik atau mengangkat suara, dan ucapkan kepada keduanya kata-kata yang indah dan penuh penghormatan [38:35]. Bakti justru harus bertambah saat mereka tua, bukan berkurang.

Teladan menjaga lisan itu dicontohkan Abu Hurairah [39:38]. Ibunya belum masuk Islam, kasar, dan sering memaki Nabi shallallahu alaihi wasallam. Abu Hurairah membawanya hijrah ke Madinah dalam keadaan demikian. Suatu hari ibunya mengucapkan kata-kata tidak enak tentang Nabi, Abu Hurairah tak sanggup mendengar, keluar rumah, dan mendatangi Nabi hanya untuk meminta: doakan ibunda Abu Hurairah. Nabi berdoa memohonkan petunjuk baginya [40:09]. Ketika Abu Hurairah pulang, ibunya menahannya di depan pintu, mandi, lalu keluar mengucapkan dua kalimat syahadat [40:40]. Doa, kesabaran, dan bakti yang tidak putus menjadi jalan hidayah ibunya.

Kesimpulannya bertahap. Pertama, tempatkan bakti pada urutannya: tepat di bawah tauhid dan shalat tepat waktu, di atas jihad sekalipun. Kedua, jaga lisan dan rendahkan suara di depan orang tua, terutama saat mereka sepuh dan perasa. Ketiga, kejar selagi hidup: pulang, buat mereka tertawa, doakan, dan layani, karena setelah wafat pintunya tertutup dan penyesalannya tidak bisa ditebus.

Tonton kajian aslinya: “[KAJIAN TEMATIK] Sebelum Semuanya Terlambat – Ustadz Dr Syafiq Riza Basalamah, MA”, kanal resmi Syafiq Riza Basalamah Official.

◉ 0 dilihat  · 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top