Rambu Hijrah: Yang Boleh Dicicil dan Yang Harus Sekali Jadi

Mengapa sebagian orang yang mengaku telah berhijrah masih merasakan kehampaan batin dan rentan tergelincir kembali ke masa lalunya? Dalam kupasan hadits Sabrah bin Al-Fakih radhiyallahu anhu pada kajian Shahih At-Targhib wa At-Tarhib [46:00], Ustadz Khalid Basalamah menguraikan sebuah rambu pemisah yang sangat penting: ada bagian dari proses perbaikan diri yang memang membutuhkan tahapan bertahap, namun ada pula rambu larangan syariat yang wajib diputus seketika tanpa kompromi [56:44]. Ketidakmampuan membedakan dua ranah inilah yang kerap menjebak seseorang dalam lingkaran kegamangan spiritual saat meniti jalan ketaatan.

Ustadz menjelaskan dua dimensi utama hijrah sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, yaitu hijrah hissi dan hijrah maknawi [52:40]. Hijrah hissi adalah perpindahan fisik dari suatu negeri atau lingkungan yang menghalangi pelaksanaan ibadah menuju tempat yang aman untuk menegakkan syiar Islam, sebagaimana teladan agung para sahabat radhiyallahu anhum dari Makkah ke Madinah. Sedangkan hijrah maknawi adalah hijrah makna yang mengikat setiap individu muslim, yakni meninggalkan segala hal yang diharamkan Allah menuju ketaatan penuh, selaras dengan sabda Nabi bahwa seorang muhajir sejati adalah orang yang meninggalkan larangan Allah [54:42].

Ringkasan dalam 7 Slide

Carousel Rambu Hijrah: Yang Boleh Dicicil dan Yang Harus Sekali Jadi slide 1: Rambu Hijrah Carousel Rambu Hijrah: Yang Boleh Dicicil dan Yang Harus Sekali Jadi slide 2: Hijrah Hissi dan Maknawi Carousel Rambu Hijrah: Yang Boleh Dicicil dan Yang Harus Sekali Jadi slide 3: Jangan Mencicil Hijrah Carousel Rambu Hijrah: Yang Boleh Dicicil dan Yang Harus Sekali Jadi slide 4: Amalan Sunnah Bertahap Carousel Rambu Hijrah: Yang Boleh Dicicil dan Yang Harus Sekali Jadi slide 5: Janji Allah di Surat An-Nisa Carousel Rambu Hijrah: Yang Boleh Dicicil dan Yang Harus Sekali Jadi slide 6: Barang siapa yang berhijrah di jalan Allah, niscaya ia akan mendapati di bumi ini tempat hijrah yang Carousel Rambu Hijrah: Yang Boleh Dicicil dan Yang Harus Sekali Jadi slide 7: Baca Kajian Lengkapnya

Peringatan paling tegas yang ditekankan oleh ustadz dalam segmen ini adalah larangan mencicil dosa dalam berhijrah [56:44]. Beliau menegaskan: jangan pernah mencicil hijrah. Sering kali terjadi fenomena seseorang menyatakan diri telah hijrah dan rutin menghadiri majelis taklim, namun pada saat yang sama lidahnya masih gemar menyebarkan ghibah, mengadu domba sesama manusia, atau masih membiarkan keterlibatan dalam transaksi riba dengan dalih belum siap melepasnya [56:44]. Sikap mendua semacam ini menghalangi seseorang dari merasakan manisnya hidayah, sebab kenikmatan hijrah yang hakiki hanya dapat diraih tatkala seseorang berkomitmen penuh seratus persen meninggalkan kubangan maksiat.

Adapun ranah yang diperbolehkan untuk bertahap adalah peningkatan kuantitas amalan-amalan sunnah yang dianjurkan [56:44]. Seorang muslim yang baru belajar meniti sunnah tidak dituntut untuk langsung mengerjakan shalat malam sepanjang malam, berpuasa Daud setiap hari, atau menghafal puluhan juz Al-Quran dalam tempo singkat. Peningkatan kapasitas ibadah sunnah dapat dibangun perlahan setahap demi setahap sesuai kesiapan jiwa dan keistiqamahan diri. Namun terhadap hal-hal yang jelas diharamkan syariat, tidak ada istilah penundaan: meninggalkan khamr, riba, zina, ghibah, dan kezaliman harus dieksekusi secara tuntas sejak detik pertama tekad hijrah diikrarkan demi menjaga keselamatan iman.

Sebagai penguat tekad, ustadz membacakan janji agung dari Allah subhanahu wa taala dalam Surat An-Nisa ayat 100 [57:16]. Allah menegaskan bahwa barang siapa yang berhijrah di jalan Allah, niscaya ia akan mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang sangat luas dan kelapangan rezeki yang berlimpah [57:16]. Para ulama tafsir menerangkan bahwa kelapangan tersebut bukan sekadar kemudahan materi, melainkan kelapangan dada, ketenangan jiwa, dan terbukanya pintu-pintu kehidupan baru yang jauh lebih bermartabat setelah melepaskan ikatan masa lalu yang kelam.

Tantangan terbesar dalam menuntaskan hijrah sering kali bersumber dari bisikan setan yang meniupkan ketakutan kehilangan duniawi [48:00]. Setan berusaha menghalangi langkah hijrah dengan menakut-nakuti seseorang akan ancaman kemiskinan, dikucilkan oleh kawan sejawat, atau kehilangan status sosial dan jabatan. Godaan ini merupakan perangkap klasik musuh keimanan. Tatkala seorang hamba membuktikan ketulusan niatnya kepada Allah dengan meninggalkan kebiasaan haram, Allah Yang Maha Kaya pasti akan menggantinya dengan karunia rezeki halal yang membawa ketenteraman dan keberkahan hakiki.

Ustadz Khalid Basalamah menegaskan bahwa keberanian mengambil keputusan hijrah secara bulat akan membuka seluruh pintu ketaatan berikutnya secara beruntun [56:44]. Hati yang telah dibersihkan dari sisa-sisa maksiat akan merasakan kelezatan luar biasa saat bersujud, membaca kalamullah, dan berkumpul bersama orang-orang shalih di majelis ilmu. Sebaliknya, membiarkan satu celah dosa tetap terbuka sama halnya dengan merawat api kecil di tumpukan jerami yang sewaktu-waktu siap melalap habis seluruh pahala amalan yang telah dikumpulkan dengan susah payah.

Kesimpulannya bertahap. Pertama, tentukan medan hijrah utama saat ini, yaitu hijrah maknawi dengan memutus segala bentuk kemaksiatan secara tuntas seratus persen. Kedua, singkirkan kebiasaan mencicil dosa; tinggalkan ghibah, fitnah, dan muamalah riba seketika tanpa keraguan. Ketiga, bangun amalan sunnah secara bertahap dan istiqamah sesuai kemampuan diri agar tidak mengalami futur. Keempat, yakini janji Allah dalam Surat An-Nisa ayat 100 bahwa keteguhan hijrah pasti dibalas dengan kelapangan rezeki dan ketenteraman hidup.

Rujukan Kajian Ini
  • Mushaf Al-Qur'an Hafalan Tikrar Syaamil (A5 Terjemah Tajwid)
    Mushaf Al-Qur’an Hafalan Tikrar Syaamil (A5 Terjemah Tajwid)
    Rp119.000
    Lihat di Shopee
  • QURAN MAPPING — Menyelami Kandungan & Karakteristik Surah
    QURAN MAPPING — Menyelami Kandungan & Karakteristik Surah
    Rp130.100
    Lihat di Shopee
  • Buku Hisnul Muslim: Doa & Dzikir Shahih Al-Qur'an dan Sunnah
    Buku Hisnul Muslim: Doa & Dzikir Shahih Al-Qur’an dan Sunnah
    Rp15.990
    Lihat di Shopee

Tautan afiliasi: kami dapat memperoleh komisi kecil tanpa biaya tambahan bagi Anda.

Video ringkas Short Bersunah

Tonton kajian aslinya: “Shahih At-Targhib wa At-Tarhib #1295 Anjuran Berjihad di Jalan Allah | Khalid Basalamah”, kanal resmi Khalid Basalamah Official (@khalidbasalamah).

◉ 0 dilihat  · 

Scroll to Top