Keberkahan Waktu: Mengapa Berbakti Meluaskan Rezeki

Pernahkah Anda merasa waktu berputar begitu cepat hingga urusan pekerjaan tak kunjung tuntas dan kesempatan berbakti kepada orang tua terabaikan? Di tengah kesibukan hidup modern, keluhan paling lazim yang kerap terlontar adalah kalimat: aku tidak punya waktu untuk pulang menjumpai orang tua [46:51]. Dalam kajian tematik Sebelum Semuanya Terlambat, Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah membedah kekeliruan cara pandang ini dengan tegas: waktu dan rezeki seorang hamba bukanlah sekadar hitungan jam kerja duniawi, melainkan tunduk pada hukum keberkahan Ilahi yang justru dilipatgandakan melalui pintu bakti kepada kedua orang tua [46:51].

Kedudukan kedua orang tua di dalam syariat Islam menempati posisi yang sangat agung tepat setelah kewajiban mentauhidkan Allah subhanahu wa taala [20:39]. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menegaskan bahwa orang tua adalah ausathu abwabil jannah, pintu surga yang paling tengah dan paling indah. Beliau juga mengabarkan bahwa siapa saja yang mendambakan rezekinya diluaskan dan umurnya dipanjangkan penuh berkah, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahim, dan bentuk silaturahim tertinggi adalah berbakti kepada ibu dan ayah [46:51]. Bakti ini adalah kunci pembuka keberkahan waktu yang sesungguhnya.

Ringkasan dalam 7 Slide

Carousel Keberkahan Waktu: Mengapa Berbakti Meluaskan Rezeki slide 1: Keberkahan Waktu Carousel Keberkahan Waktu: Mengapa Berbakti Meluaskan Rezeki slide 2: Pulang Dua Pekan Sekali Carousel Keberkahan Waktu: Mengapa Berbakti Meluaskan Rezeki slide 3: Bukan Hanya Saat Lebaran Carousel Keberkahan Waktu: Mengapa Berbakti Meluaskan Rezeki slide 4: Rezeki Diluaskan, Umur Diberkahi Carousel Keberkahan Waktu: Mengapa Berbakti Meluaskan Rezeki slide 5: Tiga Hari Menjadi Satu Carousel Keberkahan Waktu: Mengapa Berbakti Meluaskan Rezeki slide 6: Selagi Mereka Masih Ada Carousel Keberkahan Waktu: Mengapa Berbakti Meluaskan Rezeki slide 7: Baca Artikelnya

Ustadz Syafiq menceritakan sebuah kisah nyata yang sangat berkesan saat beliau menaiki pesawat rute Surabaya menuju Jember [45:48]. Di dalam penerbangan tersebut, seorang tokoh sepuh mendatangi beliau dengan penuh rasa hormat lalu menceritakan perubahan hidupnya setelah menyimak kajian tentang birrul walidain [46:21]. Tokoh tersebut menuturkan bahwa kini ia rutin pulang dari Jakarta ke Jember setiap dua pekan sekali hanya untuk menjumpai ibunya yang telah berusia tujuh puluh tahun dan tidak bersedia diajak menetap di ibu kota. Ia berangkat pada hari Sabtu dan kembali ke Jakarta pada hari Ahad, menggantikan kebiasaan lamanya yang hanya mudik setahun sekali saat momentum lebaran tiba [46:21].

Kisah tersebut menjadi tamparan berharga bagi siapa saja yang selalu berlindung di balik alasan kesibukan kantor [46:51]. Jika ditimbang dengan kacamata aritmetika materi murni, perjalanan rutin Jakarta-Jember setiap dua pekan tentu memakan biaya tiket yang tidak sedikit, menyita waktu istirahat akhir pekan, dan melelahkan fisik. Namun logika keberkahan wahyu membalik kalkulasi duniawi tersebut. Allah subhanahu wa taala mampu memberkahi waktu seorang anak yang berbakti, sehingga beban pekerjaan kantor yang biasanya menyita waktu tiga hari dapat diselesaikan dengan mudah dan lancar hanya dalam waktu satu hari saja [46:51].

Bakti tulus yang konsisten juga menjadi sarana paling efektif untuk meluluhkan hati orang tua dan mengalirkan hidayah [45:16]. Dalam kajian tersebut, ustadz mengisahkan perjuangan seorang penuntut ilmu dari negeri Persia pada masa tabi’ut tabi’in yang dengan penuh kesabaran merawat ayahnya yang belum memeluk Islam. Sang anak tidak berdebat atau mencela keyakinan ayahnya, melainkan terus melayani, memijat, dan mencukupi kebutuhan ayahnya dengan kelembutan akhlak. Melihat ketulusan bakti sang anak yang tak pernah putus, ayahnya tersentuh hingga akhirnya meminta dituntun mengikrarkan syahadat sesaat sebelum meninggal dunia [45:16].

Ustadz mengajak jamaah untuk mewujudkan bakti melalui tindakan nyata sehari-hari yang mudah dilakukan [47:53]. Berbakti tidak harus menunggu pencapaian harta berlimpah atau kepulangan fisik ke kampung halaman. Bagi yang terpisah jarak, luangkan waktu setiap hari untuk menelepon orang tua, menanyakan kabar kesehatan mereka, memesankan makanan kesukaan melalui layanan antar, serta mengirimkan hadiah kejutan yang membahagiakan hati mereka. Perhatian-perhatian kecil yang diberikan secara rutin bernilai sangat agung di hadapan Allah dan membukakan pintu ridha-Nya.

Pesan penutup bagian ini menjadi pengingat yang sangat mengharukan tentang batas waktu kehidupan orang tua [21:39]. Peluang meraih surga melalui pintu orang tua hanya berlangsung selama mereka masih bernyawa di dunia. Tatkala jasad keduanya telah diturunkan ke liang lahat, mereka tidak lagi merepotkan anak-anaknya, tidak lagi meminta belanja, dan tidak bisa lagi mengangkat tangan mendoakan kebaikan bagi kita. Penyesalan yang datang setelah kematian orang tua tidak akan pernah bisa ditebus dengan tumpukan air mata dan harta warisan yang melimpah.

Kesimpulannya bertahap. Pertama, buang jauh-jauh alasan tidak memiliki waktu untuk orang tua dan yakini bahwa berbakti justru mendatangkan keberkahan umur dan rezeki. Kedua, rutinkan bentuk bakti harian melalui komunikasi telepon, pesan kabar, dan pengiriman hadiah yang menyenangkan hati mereka. Ketiga, jadwalkan kepulangan fisik secara berkala untuk mencium tangan dan melayani mereka selagi kesempatan masih ada. Keempat, doakan ampunan dan keberkahan bagi kedua orang tua di setiap sujud tanpa pernah merasa lelah.

Rujukan Kajian Ini
  • Mushaf Al-Qur'an Hafalan Tikrar Syaamil (A5 Terjemah Tajwid)
    Mushaf Al-Qur’an Hafalan Tikrar Syaamil (A5 Terjemah Tajwid)
    Rp119.000
    Lihat di Shopee
  • QURAN MAPPING — Menyelami Kandungan & Karakteristik Surah
    QURAN MAPPING — Menyelami Kandungan & Karakteristik Surah
    Rp130.100
    Lihat di Shopee
  • Buku Hisnul Muslim: Doa & Dzikir Shahih Al-Qur'an dan Sunnah
    Buku Hisnul Muslim: Doa & Dzikir Shahih Al-Qur’an dan Sunnah
    Rp15.990
    Lihat di Shopee

Tautan afiliasi: kami dapat memperoleh komisi kecil tanpa biaya tambahan bagi Anda.

Video ringkas Short Bersunah

Tonton kajian aslinya: “[KAJIAN TEMATIK] Sebelum Semuanya Terlambat – Ustadz Dr Syafiq Riza Basalamah, MA”, kanal resmi Syafiq Riza Basalamah Official.

◉ 0 dilihat  · 

Scroll to Top